Jumat, 20 Mei 2016

Tokoh Kita

ARSYAD INDARDI 

Lahir di Barabai, 31 Desember 1949.
Menyenangi sastra khususnya puisi sejak duduk di SMP dan SMA. Pada tahun 1970 ketika menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin mulai menulis puisi. Puisi-puisinya banyak diterbitkan di berbagai media cetak di Banjarmasin seperti Banjarmasin Post, Dinamika Berita, Gawi Manuntung , Bandarmasih dan lain-lain.

Sejak di SMA dan di Fakultas Hukum ikut bergabung di Lesbumi Banjarmasin dan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan. Tahun 1972 keluar dari Lesbumi dan mengaktifkan diri di Sanggar Budaya Kalimantan Selatan. Tahun 1972 bersama Bachtiar Sanderta,Ajamuddin Tifani, Abdullah SP dan lain - lain ( mantan anggota Lesbumi ) mendirikan Teater Banjarmasin khusus menggeluti teater tradisional Mamanda.

Tanggal 5 Juli 1972 Untaian Mutiara Sekitar Ilmu dan Seni RRI Banjarmasin mengadakan diskusi puisi dipimpin oleh Bachtiar Sanderta. Puisi yang didiskusikan adalah " Dunia" karya Arsyad Indradi. Yang hadir dalam diskusi itu antara lain Yustan Azidin, Hijaz Yamani, Ajim Ariyadi, Samsul Suhud, Ajamuddin Tifani dan penyair muda Banjarmasin lainnya. Berita diskusi diexpos oleh Lembaran Kebudayaan Perspektif Banjarmasin Post tanggal 17 April 1972.

Sejak tahun 1970 - 1990 tergabung di Perpekindo ( Perintis Peradaban dan Kebudayaan ) Kalimantan Selatan yang berkedudukam di Banjarmasin.

Tanggal 8 - 9 Februari 1972, bersama 15 seniman Banjarmasin mengadakan Aksi Solidaritas turun ke jalan menyuarakan hatinurani karena ketidak pastian hukum di Indonesia, dikenakan pasal 510 KUHP, dijebloskan ke penjara dan dikenakan tahanan luar 3 bulan. Laksus Kopkamtibda Kalimantan Selatan melarang pemeberitaan ini di semua media cetak Banjarmasin. Namun Harian KAMI Jakarta mengexpos berita ini Selasa 15 Februari 1972.

Tahun 1992 menggagas dan mendirikan Dewan Kesenian Banjarbaru bersama seniman - seniman Banjarbaru.

Sejak 1980 an - 1990 an tidak begitu produktif lagi menulis puisi. Aktif menjadi juri lomba baca puisi, juri festival lagu dan menggeluti dunia tari di Balahindang Dance Group Banjarbaru. Pada tahun 2000 mendirikan Galuh Marikit Dance Group Banjarbaru. Tahun 2004 diundang Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah pada acara Pesta Rampak Gendang Nusantara 7 Malaysia, Pesta Gendang Nusantara XII,2009 . Mendapat Penghargaan Seni Tari dari Walikota Banjarbaru (2004), Penghargaan Seni Sastra dari Walikota Banjarbaru dan Gubernur prov.Kalsel (2010).

Tahun 1996 - 2004 bergabung pada Komunitas Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru. Tahun 2004 mendirikan Kelompok Studi Sastra Banjarbaru ( KSSB ), sebagai ketua.

Selalu aktif menghadiri acara diskusi sastra di Banjarbaru maupun di Banjarmasin, acara tadarus puisi yang rutin tiap tahun di adakan di Banjarbaru, Aruh sastra 1 di Kandangan ( 2004 ), aruh sastra III di Kotabaru (2006), aruh sastra V di Paringin Balangan (2008), dan aruh sastra VI di Marabahan Barito Kuala (2009).

Dalam catatan Data-data Kesenian Daerah Kalimantan Selatan yang diterbitkan Proyek Pengembangan Kesenian Kalimantan Selatan 1975/1976 digolongkan Penyair/Sastrawan dalam priode menjelang/sesudah tahun 70-an. Di dalam Sketsa sastrawan Kalimantan Selatan yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa Balai Bahasa Banjarmasin 2001, oleh Jarkasi dan Tajuddin Nooor Ganie (Tim Penyusun) digolongkan Sastrawan generasi penerus Zaman Orde Baru (1970-1979). Dan termuat dalam dalam Leksikon Susastra Indonesia (LSI) yang disusun oleh Korrie Layun Rampan Penerbit PT Balai Pustaka Jakarta.

Antologi Puisi bersama antara lain :

Jejak Berlari ( Sanggar Budaya, 1970 ), Edisi Puisi Bandarmasih, 1972, Panorana ( Bandarmasih, 1972), Tamu Malam ( Dewan Kesenian Kalsel, 1992), Jendela Tanah Air ( Taman Budaya /DK Kalsel, 1995), Rumah Hutan Pinus ( Kilang Sastra, 1996), Gerbang Pemukiman ( Kilang Sastra, 1997 ), Bentang Bianglala ( Kilang Sastra, 1998), Cakrawala ( Kilang Sastra, 2000 ), Bahana ( Kilang Sastra, 2001 ), Tiga Kutub Senja ( Kilang Sastra, 2001 ), Bumi Ditelan Kutu ( Kilang Sastra, 2004 ), Baturai Sanja ( Kilang Sastra, 2004 ), Anak Jaman ( KSSB, 2004 ), Dimensi ( KSSB, 2005 ).

Awal tahun 2006 mendirikan percetakan KALALATU Press Banjarbaru Kalimantan Selatan dan penerbitan.
Semua puisi - puisi yang belum terdokumentasikan sejak tahun 1970 - 2006, dicetak dan diterbitkan berupa antologi tunggal secara swadana dan disebarluaskan ke seluruh Nusantara.

Antologi Puisi sendiri itu , yaitu :

Nyanyian Seribu Burung ( KSSB, 2006 ), Kalalatu Puisi Bahasa Banjar dan Terjemahan dlm.Bhs.Indonesia ( KSSB, 2006 ), Romansa Setangkai Bunga ( KSSB, 2006 ), Narasi Musafir Gila ( KSSB, 2006 ), Burinik Puisi Bahasa Banjar dan Terjemahan Bhs.Indonesia (KSSB.2009) dan Kumpulan Esai-Artikel " Risalah Penyair Gila " (KSSB,2009).

Semua antologi Puisi yang diterbitkan itu telah ber-ISBN dari Perpustakaan Nasional RI Jakarta.
Empat Antologi Puisi mendapat tanggapan berupa esai, dari :

1. Dr. Sudaryono M.Pd ( Staf Pengajar FKIP Universitas Jambi ) " Narasi Penyair Gila " Arsyad Indradi, terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, minggu 28 Januari 2007.

2. Dr. Sudaryono M.Pd ( Staf Pengajar FKIP Universitas Jambi )
" Kalalatu " Balada atau Mantra ? terbit di Cakrawala Seni dan Budaya RadarBanjarmasin, Minggu 25 Februari 2007.

3. Diah Hadaning ( Pengelola Warung Sastra DIHA, Depok Bogor ) " Setangkai Bunga dalam Seribu Aroma Ekspresi Cinta Lelaki Banjar ", terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, Minggu18 Maret 2007.

4. Yusri Fajar ( Penyair dan Staf Pengajar Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya Malang ) " Nyanyian Seribu Burung : Dari Relasi Manusia Hingga Narasi Indonesia ", terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, Minggu 29 April 2007.

Dari bulan Oktober 2005 sampai akhir tahun 2005 menghimpun 142 Penyair se Nusantara ( hasil Seleksi dari 186 penyair ) dan jumlah puisi 426 puisi, dihimpun dalam Antologi Puisi Penyair Nusantara : " 142 Penyair Menuju Bulan ", 728 halaman, dicetak oleh Kalaltu Press Bjb Kalimantan Selatan dan diterbitkan oleh Kelompok Studi Sastra Banjarbaru ( KSSB ) dengan biaya swadana, untuk cetakan pertama.

Pada cetakan kedua akhir tahun 2007, ada perbaikan dan suplemen berupa epilog - epilog, juga dengan swadana.

Tanggal 7 Desember 2006 duet baca puisi dengan Martin Jankowski pada acara Baca dan Diskusi Puisi "Detik - Detik Indonesia di Mata Penyair Jerman ", yang diselemggarakan Unlam Banjarmasin Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Indonesian Arts and Cultural.

Tanggal 8 - 9 Mei 2006 silaturrahmi, baca dan diskusi puisi di Komunitas ASAS Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Komunitas Sastra Ganesa ITB, Komunitas Sastra Pojok Bandung dan Komunitas Rumah Sastra Bandung.

Tanggal 17 - 19 Juli 2007 baca puisi dan mengikuti seminar sastra internasional di TIM Jakarta. Pada tahun 2007 mengikuti Kongres Cerpen Indonesia V di Banjarmasin dan th. 2008 mengikuti Kongres Sastra Indonesia di Kudus (Jateng).

Hari/Tanggal : Senin, 13 Agustus 2007 pembacaan puisi " Riverside Poetry " di Tepi Sungai Martapura depan Kantor Gubernur Kalsel menyambut harijadi yang ke-57 Provensi Kalimantan Selatan dan HUT Proklamasi yang ke-62 yang diselenggarakan oleh Panitia harijadi/HUT Proklamasi dan Dewan Kesenian Kalsel.

Th.2009 menerima penghargaan dan hadiah Umroh juara Terbaik Pengawas Pendidikan Mata Pelajaran Seni Budaya SMP/SMA/SMK ,dari Bupati Kabupaten Banjar.

Sumber : http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2011/01/biografi-arsyad-indradi-penyair-kalsel.html#ixzz49H7Or6hT




YUSRAN PARE

LAHIR di Sumedang, Jawa Barat 5 Juli. Suami dari hanya seorang istri, Esbhita Harlina, dan ayah bagi tiga anak. Sulung, Arga Sinantra Rahmat, laki, lahir 1983. Tengah, Laras Sukmaningtyas lahir 20 Februari 1988. Bungsu, laki, Andika Megaswara, lahir 15 November 1996. Saya mulai belajar menulis tahun 1979 di Bandung Pos, dan hingga kini masih belajar di Tribun Jabar. Ilmu menulis, saya juga serap dari Mandala yang digandeng manajemenKOMPAS-Gramedia ( 1988/89 ). Lalu melanjutkan pendidikan di Bernas ( 90/93 ), Sriwijaya Post ( 93/95 ), Sempat singgah ke Banjarmasin Post sebelum belajar di “keuskupan” Pos Kupang ( 95/96 )  di bawah bimbingan Pater Damyan Godho, dan Romo Dion DBP. Kembali ke Bernas ( 96/98 ) untuk melanjutkan pelajaran, kemudian keBanjarmasin Post lagi sampai kembali ke Bandung pada tahun 2000. Bersekolah di Metro Bandung yang kemudian bermetamorfosis jadi Tribun Jabar, kemudian belajar kepada guru besar Febby Mahendra Putra SH, di Tribun Batam(05 dan 06). Sejak Maret 2007 diberi tugas belajar di Banjarmasin (lagi), sehingga harus wira-wiri Bandung-Banjarmasin secara berkala. April 2008 di Pontianak, Kalbar. Di situ ada Ronald Ngantung, guru yang begitu sabar, ramah dan selalu tampak gembira. Belajar itu ternyata menyenangkan, terutama untuk orang kurang ilmu seperti saya. Maka sampai hari ini saya masih terus belajar membaca dan menulis.

IBERAMSAH BARBARI




Puja Mandela

Bakat menulisnya ditemukan oleh Tato A Setyawan, seorang pengamat sosial budaya yang pernah bekerja sebagai Jurnalis di Harian Banjarmasin Post dan Harian Mata Banua. Pada tahun 2010, Puja Mandela pernah bekerja di Humas Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bagian peliputan dan pemberitaan. Kemudian, Tato A Setyawan menawarinya untuk keluar dari dunia pemerintah dan bergabung di dunia jurnalistik. Juni 2011, Puja Mandela resmi menjadi wartawan di Harian Mata Banua, salah satu surat kabar yang terbit di Kalimantan Selatan.
Mulanya, bakat menulisnya hanya dituangkan melalui blog pribadinya di alamat pujamandela.wordpress.com yang sudah dibuat sejak 2010. Saat itu ia sering menulis dan mereview album-album musik musisi favoritnya, dari Iwan Fals, The Beatles dan musik-musik populer abad 20. Di periode itu, ia selalu berdiskusi dan belajar banyak dari Tato A Setyawan sebagai teman diskusinya.
Namun tulisan-tulisannya semakin berkembang. Tak hanya menulis soal musik saja, belakangan ia juga sudah berani menulis puisi. Karya-karyanya bisa dilihat di Antologi Puisi Bentara Bagang yang terbit pada tahun 2011. Setelah sempat vakum beberapa tahun, rupanya ia tak tahan untuk kembali menulis dan menuangkan seluruh isi kepalanya ke dalam sebuah tulisan.
Walaupun sebenarnya, penggemar ia ini kurang percaya diri dengan hasil-hasil karyanya, namun ternyata berbagai tulisannya yang tersebar di Facebook, Kompasiana, maupun di blog pribadinya mendapat apresiasi yang lumayan tinggi dari para Nitizen dan teman-temannya. Sejumlah tulisannya berhasil menjadi headline dan artikel pilihan di www.kompasiana.com, sebuah blog keroyokan yang dikelola oleh Kompas Gramedia.
Pria kelahiran 13 April 1989 di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ini adalah seorang pemuda aktif berorganisasi. Selain menjadi pentolan ormas Oi Batulicin, ia juga aktif dan ikut sumbang saran di Komunitas Sastra Indonesia dan Komunitas Bagang Sastra Kabupaten Tanah Bumbu.
Sejak kecil ia sudah memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia literasi. Ia sangat hobi membaca buku sejarah Islam. Saat duduk di bangku sekolah dasar ia selalu membeli buku-buku kisah para nabi dan membacanya berulang-ulang sampai hafal. Kebiasaannya ini terbawa sampai dewasa. Meski saat kecil ia sempat bercita-cita masuk pesantren, namun takdir berkata lain.
Pada tahun 2013, ia pernah "satu panggung" dengan Iwan Fals. Saat itu, ia bersama Ketua Badan Pengurus Wilayah Ormas Oi Banjarmasin Herry Murdy Hermawan menyerahkan bibit pohon kepada Iwan Fals sebelum penyanyi legendaris itu memulai konser di Stadion Lambung Mangkurat Banjarmasin. Moment ini selalu ia kenang sebagai momen paling berkesan dalam hidupnya.




Andi Jamaluddin, AR. AK. Lahir 14 Februari dan bertempat tinggal di Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai tanah kelahirannya. Mulai aktif menulis sejak awal 80an, terutama puisi dan cerpen. Juga aktif diberbagai forum sastra, khususnya di Kalimantan Selatan. Berkali-kali menjadi pemenang sayembara penulisan naskah buku yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Nasional, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Kumpulan puisi tunggal maupun antologi bersama adalah Kehidupan, Domino, Matahariku, Pidato Seekor Kakap, Zikzai, Wasi, Seribu Sungai Paris Barantai, Tarian Cahaya di Bumi Sanggam, Konser Kecemasan, Tragedi Buah Manggis, Sungai Kenangan, Bentara Bagang, Tadarus Rembulan, Bait-Bait 7 Februari (Editor), Mappanretasi di Radio Dalam Lingkar Lilin Kecil (Kumpulan Cerpen : Editor), Sepucuk Surat Dari Temanku (Kumpulan Cerpen : Editor), Memo Untuk Presiden, Siluet Rumah Laut, Tentang Kota Yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada, Membuka Cakrawala Menyentuh Fitrah Manusia, Ada Malam Bertabur Bintang, Pada Batas Tualang, Tarian Burung-Burung Laut, Elegi Rindu Senja di Rumah-rumah Bagang, Memo Untuk Wakil Rakyat, Kalimantan Selatan Menolak Untuk Menyerah, Kilau Zamrud Khatulistiwa, Mengurai Ombak Menggapai Riak, Percakapan Laut di Sungai Kusan, Nelayan, Rumah Abadi, Arus Puisi Sungai  dan Jalan Mulai Terang yang merupakan salah buku pemenang ke2 Sayembara Penulisan Naskah Tingkat Nasional tahun 2000 dan telah diterbitkan oleh Analisa Jogjakara. Pada lomba cipta puisi ASKS X terpilih sebagai pemenang Harapan 1 dan puisi “Tadarus Duka di Pelaminan Gaza” (dalam antologi Tentang  Kota Yang Menjaga Takbir Dalam  Degup Dada)    terpilih   Juara   Terbaik  II   pada   lomba  cipta  puisi   Bebaskan   Palestina   yang dilaksanakan oleh FAM tahun 2014 lalu. Puisinya yang berjudul “Indonesiaku Menuju Perubahan” menjadi materi wajib Lomba Dramatisasi Puisi di Padang (Sumatera Barat). Berusaha menjelajah potensi anak-anak Tanah Bumbu di bidang tulis menulis untuk dibina, dibimbing dan dikembangkan, khususnya sastra, dan kemudian merangkulnya dalam sebuah komunitas yang dibentuk bersama-sama, yakni ‘Komunitas Bagang Sastra Tanah Bumbu. Menerima hadiah seni dari Gubernur Kalsel bidang sastra Tahun 2012. Sekarang tinggal di Jalan Karya II RT.03 Desa Batuah Kec. Kusan Hilir, Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Email : andijarak_64@yahoo.com. Facebok : Jarak Fajar.


TRISIA CHANDRA



T

Trisia Chandra lahir di Landasan ulin, Banjarbaru tanggal 23 juli
Mendalami dunia seni sejak kelas 2 SD khususnya seni musik dan seni suara. Darah seni mengalir dari sang ayah bapak Abdul Manaf Chandra yang merupakan seniman musik dan teater.S1 Administrasi negara Universitas Ahmad Yani Banjarbaru ini lebih memilih berwira usaha di bidang salon kecantikan dan masih aktif mengajar ilmu kecantikan di Panti Sosial Bina Remaja Banjarbaru dan masih eksis menyanyi. Sejak tahun 1981-1987 selalu meraih gelar juara pada festival lagu Pop se Kal-Sel. Hingga sekarang masih aktif di dunia seni khususnya seni suara dan sastra. Puisi-puisinya pernah di muat di Antologi bersama PMK 5 ( perempuan menolak korupsi), Memo Untuk Wakil Rakyat 2015, Kitab Karmina Indonesia 2015, dan kumpulan puisi Kalimantan Rinduku yang abadi 2015


FADLI ZOUR

Mari singsingkan lengan bajumu
Siapkan sikap tenagamu
Bekerja kita bekerja
Bekerja demi bahagia
Untuk masa depan kita semua
Tanah Bumbu pasti Jaya
Lirik diatas merupakan penggalan lirik Mars Tanah Bumbu karya Fadli Noor atau yang lebih dikenal dengan nama Fadli Zour, maestro seni Kalimantan Selatan (Kalsel) yang lahir pada 13 Desember 1939.
Jika menilik penggalan lirik tersebut, Fadli Zour di awal 2000-an, sudah lebih dahulu menggelorakan semangat “kerja” sebelum jargon ini digunakan oleh pemerintahan sekarang.
Fadli Zour mungkin lebih dikenal masyarakat Kalsel sebagai pencipta lagu Pembatangan yang legendaris itu. Tetapi karya besar seorang Fadli Zour tidak hanya lagu Pembatangan. Masih banyak karya lain dari Fadli Zour yang tak kalah dengan lagu Pembatangan atau Mars Tanah Bumbu.
Di blog ini, saya hanya akan menulis catatan kecil dibalik pembuatan lagu Mars Tanah Bumbu, yang bagi sebagian orang mungkin dianggap tidak terlalu penting. Tapi menurut saya, dokumentasi sejarah itu sangatlah penting walau hanya secuil.
Konon, Fadli Zour menciptakan Mars Tanah Bumbu karena permintaan H. Zairullah Azhar menyusul pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu pada 8 April 2003. Untuk diketahui, Zairullah saat itu masih menjabat sebagai Pejabat Sementara Bupati Tanah Bumbu.
Tetapi, tidak banyak yang mengetahui jika notasi dan susunan lirik Mars Tanah Bumbu sudah diciptakan Fadli Zour jauh sebelum pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu pada 8 April 2003. Menurut penuturan beliau, notasi lagu tersebut tercipta dalam waktu kurang lebih satu jam.
Terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu memang sangat kental dengan perjuangan beberapa tokohnya. Selain itu, citra kota Pagatan sebagai kota perjuangan juga tidak dapat dilepaskan begitu saja. Tidak heran, Mars Tanah Bumbu memiliki lirik yang amat lugas dan penuh dengan semangat persatuan dan kesatuan.
Menurut Fadli Zour, hal inilah yang melatarbelakangi terciptanya lirik lagu Mars Tanah Bumbu.  Mars Tanah Bumbu tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan Kabupaten Tanah Bumbu.
Lagu ini sudah sangat melekat, dan secara simbolik, lagu ini merepresentasikan nilai-nilai perjuangan dan semangat untuk terus melakukan pembangunan. Pesan moral yang terkandung didalamnya juga selalu memberikan inspirasi bagi masyarakat Tanah Bumbu.
Penghargaan tertinggi memang pantas diberikan kepada Fadli Zour, sebagai pencipta Mars Tanah Bumbu. Dipilihnya lagu ini sebagai lagu wajib dalam festival musik daerah yang digelar di Panggung Seni Pagatan, Sabtu (31/10/2015) merupakan salah satu penghargaan pemerintah daerah kepada Fadli Zour.





HENDRA HADI WIJAYA, S.E. (putra Jon tralala) dilahirkan dan besar di Tabalong 16 Desember 1980. Menekuni seni sejak tahun 1992 membuat namanya dikenal netizen tanah air melalui aksi pentasnya yang diunggah di youtube bersama ayah tercintanya Jon tralala. Bakat seni yang ditularkan oleh ayahnya membuat namanya dikenal di panggung kesenian tradisional (madihin) salah satu kesenian Kalimantan Selatan. Ia menamatkan pendidikan terakhirnya di STIE INDONESIA BANJARMASIN tahun 2004. Dunia seni telah membesarkan namanya hingga ia beberapa kali menyabet prestasi Juara 1 madihin dari tahun 2000 hingga 2005 secara berturutturut di daerah. Namanya tak hanya dikenal di daerahnya saja bahkan tahun 1993 ia mendapatkan kehormatan dari presiden RI yang ke-2 bapak Suharto dengan diberikannya tiket ke mekah (pergi haji). Tak hanya itu saja pada tahun 2005 ia juga mendapat kehormatan dari ESQ dengan diberikannya tiket umroh. Perjalanan seninya terus meluncur hingga tahun 2006 dia dinobatkan menjadi duta seni tradisional RI di Australia. Hingga menyusul tahun 2007 juga, ia mendapat penghargaan Seniman Muda Kalimantan Selatan sampai  sekarang. Tokoh muda inspiratif ini memiliki semboyan hidup yang patut kita apresiasi "hidup adalah anugerah, maka cintailah hidup untuk mencapai sang pemilik hidup". sukses terus bang Hendra. Salam seni





Ali Syamsudin arsy

msudin Arsi lahir di Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalsel. Menerbitkan 7 buku Gumam Asa. Menerbitkan kumpulan cerpen “Menolak Bayang”. April 2014 menerbitkan kumpulan puisi “Gemuruh”. Januari 2015 menerbitkan buku “Pantun Berkait”. Juni 2015 menerbitkan kumpulan puisi “Buku Setengah Tiang”. Sejak tahun 2005 giat melakukan pelatihan sastra kepada pelajar, mahasiswa juga guru dengan menerapkan Metode Tulisan Berpindah Tangan. Tahun 1999 menerima hadiah sastra dari Bupati Kab. Kotabaru. Tahun 2005 menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel. Tahun 2007 menerima hadiah sastra bidang puisi dari Kepala Balai Bahasa Banjarmasin. Tahun 2012 menerima penghargaan sastra dari Pemko Banjarbaru. Tahun 2014 menerima penghargaan sastra dari Pemko Banjarbaru. Tahun 2015 menerima penghargaan sastra dari Pemko Banjarbaru. Menerima piagam penghargaan dari ORI (Original Rekor Indonesia) atas prestasi pembacaan puisi terlama (5 jam 30 menit) di kota Banjarbaru tahun 2015. Diundang sebagai peserta Ubud Writers & Readers Festival di Ubud – Bali pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 2015. Menerima penghargaan “Acarya Sastra” dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015 sebagai peringkat 1. Menjabat sebagai Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan di KSI Pusat masa bakti 2016 – 2019. Alamat rumah: Jalan Perak Ujung nomor 16, Loktabat Utara, Banjarbaru, 70712. Hp : 081351696235


IMAM BUKHORI


M JOHANSYAH

Lahir di Murung Pudak (Tanjung – Tabalong Kalimantan Selatan) 13 September 1963. Pada tahun 1972 sempat bersekolah di SD Pancasila Murung Pudak sampai kelas 2 lalu hijrah mengikuti orangtua yang karyawan di Pertamina UEP IV Tanjung ke Pulau Bunyu Kalimantan Timur. Setamat SMP YPPD Bunyu kemudian melanjutkan SMA YPPD di Kota Minyak Balikpapan. Hingga kelas 2 disana; lalu mukim di Kandangan – HSS sampai menyelesaikan pendidikan pada sekolah lanjutan atas.

Mulai menyukai seni sastra sejak SMP, yaitu menulis pada Majalah Dinding (MADING) sampai sekarang terus aktif menekuni sastra; khususnya puisi dan telah dibukukan pada :
Antologi bersama Puisi Penyair Tanah Bumbu " Tragedi Buah Manggis " ( 2011 ); “ BENTARA BAGANG “ ( 2012 ) ; “ SILUET RUMAH LAUT “ ( 2014 ) yang di terbitkan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dan Dinas Perpustakaan & Arsip Daerah Kabupaten Tanah Bumbu; Antologi Puisi ASKS X, Banjarabaru – TADARUS REMBULAN “, Kumpulan Puisi ASKS XI, Tapin 2014 - MEMBUKA CAKRAWALA MENYENTUH FITRAH MANUSIA “ dan karya – karya puisinya turut menghiasi beberapa situs – situs sosmed yang ada di dunia maya.

Walaupun selalu meluangkan waktunya dalam berkarya di bidang sastra tulis. Pernah pula tergabung pada seni panggung ; yaitu Sanggar Pemuda di Balikpapan, POSKA La Bastari Kandangan pada era tahun 80-an. Meskipun kecintaannya pada dunia seni peran telah ditinggalkan cukup lama. Namun lintas perjalanan minatnya pada panggung theater masih dapat diaktualisasi sampai sekarang di bidang pekerjaan yang ditekuni. Karena seni panggung / peran tidak terlalu jauh dengan kemampuan olah vocal. Pekerjaan sebagai awak radio di sebuah stasiun radio swasta di Tanah Bumbu adalah bagian yang tidak terpisah dalam titian kariernya menekuni bidang seni sastra.
“ Sebagai Stasiun Manager di Radio Nirwana 106FM adalah anugrah dariNya “ demikian katanya. maka iapun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Yakni sebuah Program “ Gema Sastra “ yang siar setiap kamis malam bersama KSI (Komunitas Sastra Indonesia) Tanah Bumbu selalu membahana.
“ Hidup adalah seni; sedangkan seni itu harus selalu hidup dalam diri “ begitu filosofi hidupnya.
 BENYAMIN
Ahmad Husaini

Nama HE Benyamine sudah tidak asing lagi ditelinga saya. Tulisannya kerap saya temui di media massa cetak terbitan Banjarmasin. Pertama kali bertemu langsung sekaligus bersalaman dengan orangnya pada ajang Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) IX di Banjarmasin tahun 2012 lalu. Ternyata ia sosok yang santun dan lekas akrab.
    Sementara pada 8 Oktober 2013 tadi HE Benyamine bersama beberapa sastrawan Banjarbaru datang ke Kandangan dalam  rangka  launching  dan bedah buku di SMAN 1 Kandangan.
    Terakhir saya bertemu HE Benyamine pada ASKS X di Banjarbaru pada 11-13 Oktober 2013. Tak banyak tahu soal HE Benyamine. Tapi dari tulisannya di media  saya rasa cukup sudah menarik kesimpulan bahwa dia sosok penulis yang berkualitas di Kalimantan Selatan. Kalsel patut berbangga memiliki penulis seperti dia. 
    Bang Ben-begitu HE Benyamine biasa diasapa- lahir di Martapura, 9 Oktober 1967. Mempunyai seorang isteri bernama Swary Utami Dewi. Dikaruniai tiga orang anak yakni Alif Yusuf Vicaussie, Meutia Swarna Maharani, Rama Arsya Atsil Buan. Pendidikannya S1 Teknik Elektro UKI Jakarta. S2 Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Ben juga berorganisasi di Dewan Kesenian Banjarbaru, Akademi Bangku Panjang Minggu Raya, dan Ketua Youth Islamic Study Club Al Azhar 1994. Tulisannya berupa artikel dibeberapa koran lokal serta editor beberapa buku.
    Menurut HE Benyamine banyak kawula muda yang mulai berkarya di bidang sastra, melahirkan tulisan baik puisi maupun tulisan lainnya. Itu sangat membanggakan. “ Sebenarnya kala anak muda menulis melalui facebook, twitter mereka telah masuk ke budaya aksara, tinggal dikembangkan saja,” ujarnya.***



ZulfaisalPutera. kelahiran Banjarmasin, 18 Maret 1968. Putra aslisukuBanjarinimenyelesaikanpendidikan S1 jurusanPendidikanBahasadanSenipadaUniversitasLambungMangkurat Banjarmasin Tahun 1991.Pernahbekerjasebagai guru BahasadanSastra Indonesia selama 21 tahun 10 bulanpadatiga SMA negeri di Banjarmasinsejak 1993dansekarangsebagaiKasubagPerencanaan di DinasPariwisata, Seni, danKebudayaankota Banjarmasin sejakJanuari 2015. Penulislepas (opini, esai, cerpen, danpuisi) pada SKH Banjarmasin Post, DinamikaBerita, Kalimantan Post, Barito Post, Radar Banjarmasin, “Kindai”JurnasSastra,danMajalahSastraHorison. Pernahmenjuaraibeberapalombapenulisan, antaralain, selamatigatahunberturut-turut (1991 s.d. 1993) memenangLombaPenulisanPuisiBerbahasaBanjar, LombaMenulisCeritaPendekDepdiknasTahun 2005, danSayembaraMenuliscerpenNasionalAkademiKebudayaan Yogyakarta Tahun 2005. Juara I Lomba Guru Mata PelajaranBahasa Indonesia se-Kalimantan Selatan Tahun 2004 iniseringdiundangsebagaipesertadanpembicarabidangbahasa, sastra, danpenulisan, antaralain,  tahun 1998 dan  2004 sebagaipesertaaktifKongresBahasa Indonesia VII dan VIII, KongresBahasa Indonesia danInternasionaltahun 2008 dan 2014 di Jakarta;  sebagaipembacapuisipadaCakrawalaSastra Indonesia di TIM Tahun 2005, Jakarta; sebagaipesertaaktifKongresCerpen Indonesia (KCI) IV di Pekanbaru - Riau Tahun 2005, KCI V di Banjarmasin Tahun 2007, dan KCI VI di Pinamorongan – Sulawesi UtaraTahun, KongresKebudayaan di Jakarta Tahun 2006, danPertemuanSastrawan Nusantara XV di Brunei Darussalam Tahun 2009; sebagaipemakalahpada Dialog Borneo-Kalimantan IX di Brunei Darussalam Tahun 2007; dandiundangpadaPertemuanPenyair Nusantara di Brunei Darussalam Tahun 2010, Dialog Borneo-Kalimantan X di SamarindaTahun 2011. Juarapertama Guru Berprestasiuntuktingkat SMA se Kota Banjarmasin danjuarakeduauntuktingkatprovinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 inipernah menjadi Ketua 1 Komite Cerpen Indonesia (KCI) Pusat, periode 2005 – 2012,aktifsebagaiPenanggungJawabdan Pembina SanggarSastraSiswa Indonesia Kalimantan Selatan sejakawalTahun 2006 danPemimpinRedaksi Koran (sekolah) JendelasejakTahun 2005 danBuletin Spirit SMADA sejakTahun 2009 serta Buletin SMASA ICE sejak Januari 2013. TerlibataktifsebagaiAnggota Tim PengembangKurikulumProvinsi Kalimantan Selatan sejaktahun 2008, SekretarisDewanKesenian Kota Banjarmasin sejakTahun 2013 danKomitePertunjukkan Rakyat danPermainanTradisionalDewanKesenianProvinsi Kalimantan Selatan, sejak 2014, Tutor Universitas Terbuka Banjarmasin dandosen di akademikesehatan. Karyapuisinya yang diterbitkan, antara lain: bersamapenyair Kalimantan Selatan dalamantologiTamuMalam, tahun 1992; bersamapenyair Kalimantan dan Sabah-Malaysia dalamantologiFestival Poeisi se-Kalimantan, tahun 1992; danbersamaPenyair Kalimantan dalamantologiPerkawinanBatu, CakrawalaSastra Indonesia. 2005; AntologiPuisi Tunggal (berupatranskrip); AntologiMenjaringCakrawala, 2010; Antologi puisiKalimantan Selatan dalam Sastra Indonesia, Dialog Borneo, 2011; ZulfaisalPuteraLewatPuisi, MengenalSastrawanKalimantan Selatan. SyahbanaPutera Publishing, 2013;  KepadaSahabat, DewanBahasadanPustakaCawangan Sabah, 2013: TadarusRembulan, antologi ASKS X, 2013; KetikaKembaliCinta, 2014; danMembukaCakrawalaMenyentuhFitrahManusia, antologipuisi ASKS XI, 2014.Sementarakaryacerpennyadidokumentasikanbersamacerpenis lain padaKumpulan Pemenang LMCP 2005danLMCP 2008Depdiknas; AntologiCerpen Sang Kecoak, AKY 2005; AntologiTahiLalat di PunggungIstriku, AWF, 2007; danDi Perbatasan Kota Bunga, Kumpulan Cerpen Borneo. 2011. Seringdimintamenjadijurilombasastradanbahasa, antara lainsebagaijurilombaciptapuisidancerpenuntukpenulis Indonesia di Taiwan, danpembicarapadakegiatansastra, sertamenjadi editor, memberipengantar, dan endorsement padabeberapapenerbitanbuku-bukusastra. Sejak 2013 menjadipenulistetapkolomesaisekaligusRedakturTamuhalamanSastradanBudaya, BalaiAksara, di harian Banjarmasin Post.Penghargaan yang diterimayaituHadiahSenibidangSastradariGubernur Kalimantan Selatan Tahun 2015danAnugerahGelarAstapranabidangSastraBanjardariKesultananBanjarTahun 2015. AlamatrumahJalanJahriSaleh RT 28Komp.Alam Sari I No. 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia, HP 085250254546 dan 085820018368, E-mail zulfaisalputera@gmail.com.


TAUFIK ARBAIN


Taufik Arbain, S.Sos M.Si atau Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar (lahir di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, 7 Maret 1974; umur 42 tahun) adalah seorang pakar di bidang politik dan pengajar Indonesia. Ia aktif mengajar sebagai dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.]Selain itu ia juga merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik dan Pembangunan Daerah.
Taufik Arbain, S.Sos M.Si atau Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar adalah seorang pakar di bidang politik dan pengajar Indonesia. Ia aktif mengajar sebagai dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
Pendidikan
Ia menyelesaikan pendidikan S1 Administrasi Negara FISIP Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 1998 dan S2 Studi Kependudukan Universitas Gajah Mada tahun 2004.
Karya
  • Meruntuhkan Badai Republik (CRDS,2002)
  • Mendampingi Masyarakat Kota Martapura (CRDS,2001)
  • Prahara Budaya Rumah Banjar (FKBB,2004)
  • DAS Barito: Potret Sosial Ekonomi (CRDS,2004)
  • Menjumputi Serpihan Identitas Kampung Darussalam (Pemkab Banjar,2004)
  • Berkelana Mencari Sultan Banjar (FKBB, 2005)
  • Mewujudkan Good Governance di Kalimantan Selatan (Pustaka Banua, 2006)
  • Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Pustaka Banua, 2005).




TAJUDDIN NOORGANIE
Tajuddin Noor Ganie, M.Pd. adalah seorang sastrawan dan budayawan Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Dia dilahirkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tanggal 1 Juli 1958 oleh pasangan Igan Abdul Ganie Masrie bin Hans J. Alur dengan istrinya yang bernama bernama Hajjah Salabiah binti H. Jahri.
Tajuddin mulai merintis kariernya sebagai sastrawan sejak tahun 1980-an. Sejak saat itulah Tajuddin aktif mempublikasikan puisi, cerpen, esai sastra, dan tulisan lepas mengenai folklor Banjar di berbagai koran terbitan Banjarmasin, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. Karya-karyanya mulai banyak diterbitkan di berbagai buletin, jurnal, Koran dan majalah.
Ketika berusia 39 tahun, tiba-tiba Tajuddin tertarik untuk melanjutkan pendidikannya ke PBSID STKIP PGRI Banjarmasin. Pada tahun 2002, Tajuddin lulus dengan predikat sebagai wisudawan terbaik. Skripsinya yang berjudul Profil Sastrawan Kalsel 1930-1999 diterbitkan dalam bentuk buku dengan oplah terbatas (2002). Sejak tahun ini pula, Tajuddin ditunjuk untuk menjadi dosen tamu dalam mata kuliah kritik sastra, pendekatan struktural sastra, prosa fiksi dan drama, puisi, sosiologi sastra, dan penulisan kreatif sastra di PBSID STKIP PGRI Banjarmasin. Pada tahun 2003,  Tajuddin melanjutkan pendidikannya ke Program Pascasarjana (S2) PBSID FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dia kemudian lulus dengan predikat sangat memuaskan. Tesisnya yang berjudul Karakteristik Paribasa : Kajian Bentuk, Fungsi, Makna, dan Nilai juga diterbitkan dalam bentuk buku dengan oplah terbatas.
Novelnya berjudul Tegaknya Masjid Kami dimuat secara bersambung di SKH Radar Banjarmasin (2005). Di tahun itu juga, Tajuddin terpilih untuk menjadi anggota tim penulis Riwayat Hidup Walikota Banjarmasin H. Midfai Yabani berjudul Perjalanan Seorang Wali Kelas Menjadi Walikota. Sejumlah cerpen karya Tajuddin juga sudah dijadikan sebagai objek penelitian untuk penulisan skripsi oleh sejumlah mahasiswa PBSID STKIP PGRI Banjarmasin. 
Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar